BIADAB ! SELAIN BERTINDAK LANCANG PADA MASJID KALIAN JUGA ZALIM PADA MAHASISWA !
Oleh : Nasrudin Joha
Rezim ini, bertanggung jawab penuh terhadap tindakan lancang polisi yang menodai kesucian masjid. Rezim ini, juga wajib bertanggung jawab penuh atas sejumlah penembakan, pemukulan, bahkan hingga jatuhnya korban mahasiswa.
Mahasiswa, adalah harapan dan masa depan bangsa. Namun tindakan polisi begitu biadab. Beredar video pengejaran dan pemukulan kepada mahasiswa, tanpa mengenal ampun.
Namun, polisi sombong ini tidak berkutik menghadapi demo Papua merdeka. Berulangkali polisi ditembak OPM, mereka masih juga masih jinak pada OPM.
Tapi begitu menghadapi mahasiswa, garangnya minta ampun. Seperti menghadapi musuh saat perang saja, mahasiswa diperlakukan bak binatang. Padahal, dalam perang pun masih dikenal hukum humaniter.
Ini polisi kelewat batas. Mereka tak lagi menjalankan fungsi perlindungan dan pengayoman, tidak lagi menjalankan fungsi penegakan hukum, tapi telah menjadi mesin pembunuh seperti militer saja. Padahal, militer justru lebih humanis dalam menghadapi pendemo ketimbang polisi.
Jika sudah demikian, ini tidak saja soal revisi UU KPK, ini bukan sekedar penolakan RUU KUHP. Tapi, ini adalah suara rakyat yang menolak dipimpin rezim zalim.
Darah korban 21-22 Mei masih merah, persidangan korban keganasan rezim belum semua diputus pengadilan, hari ini rezim kembali berbuat diluar batas kemanusiaan. Korban pendemo dari kalangan mahasiswa diberbagai daerah terus berjatuhan.
Seolah, rezim ini memandang murah dan remeh darah-darah mahasiswa. Rezim ini, telah menghalalkan perburuan mahasiswa oleh aparat karena mengganggu singgasana rezim zalim.
Kemarahan mahasiswa, kemarahan petani, kemarahan buruh, kemarahan korban asap, kemarahan korban BPJS, kemarahan korban TDL naik, kemarahan korban himpitan pajak, akan semakin menggumpal dan mengajukan tuntutan pasti. Tuntutan agar rezim ini mundur dari kekuasaannya.
Tak mungkin rakyat diminta mundur, tak mungkin pemilik kedaulatan diminta melepaskan hak nya. Yang benar, penguasa culas, penguasa zalim, para penghalal darah mahasiswa wajib segera mundur dari singgasananya.
Kami tak akan berhenti, sebelum kezaliman itu benar-benar sirna. Kami tak akan menyerah, sebelum kesombongan itu luruh dan berlutut dihadapan rakyat. Kami, akan terus bergerak, berjuang melawan setiap jengkal tirani dan penindasan. [].